Jumat, 25 September 2015

PENANGANAN SENGATAN IKAN PARI

Oleh: Desriyan Purnama Putra
Dokter Komprehensif  Puskesmas Karimunjawa 7 September 2015-3 Oktober 2015
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Bagi anda yang suka melakukan kegiatan diving ataupun snorkeling, kadangkala anda dapat menemui beraneka flora dan fauna laut yang dapat memberikan bahaya kepada anda. Seperti ubur-ubur, ikan karang, ikan pari dan banyak lainnya.

Permasalahan yang cukup sering ditemui di Puskesmas Karimunjawa salah satunya adalah pasien-pasien yang datang dengan keluhan tersengat ikan pari. Karimunjawa sebagai salah satu kepulauan yang memiliki banyak pesona pariwisata menyebabkan banyak pula mendapatkan kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Ikan pari (Stingray) merupakan salah satu flora laut dari  family Dasyatidae, bertulang rawan, memiliki ekor menyerupai cambuk, dengan sirip dada menyerupai sayap dengan sisi  bagian depan menyatu dengan kepala, dan ekor pada beberapa spesies sangat tajam dan menyerupai cambuk.

Sumber: bbc.co.uk.
Pasien biasanya mengalami luka akibat sengatan ikan pari karena secara tidak sengaja menginjak ikan pari, yang secara reflek ikan pari tersebut menyerang orang yang menginjaknya sebagai mekanisme pertahanan diri.1sengatan ikan pari merupakan perlukaan yang paling sering dialami oleh para penyelam. Ekor pari dapat menyebabkan luka robek dan luka tusuk.2 ikan pari tidak akan menyerang kecuali saat ikan tersebut merasa terganggu. Sengatan akibat ikan pari sendiri sering terjadi namun jarang yang fatal.
Sengatan duri ikan pari yang mengenai kaki korban

Ikan pari mungkin menyebabkan beberapa tipe perlukaan pada manusia yang tidak fatal seperti, gigitan, laserasi superfisial tanpa disertai adanya racun yang terlibat, laserasi yang dalam, serta dapat juga kombinasi luka penetrasi disertai proses envenoming. Walaupun banyak yang tidak fatal, namun luka penetrasi pada dada dapat menyebabkan tamponade jantung segera atau dalam waktu tertentu, selain itu luka-luka pada leher yang dapat menyebabkan gangguan jalan nafas, luka penetrasi yang mengenai pembuluh darah yang dapat menyebabkan syok, dan infeksi lanjutan disertai adanya kerusakan jaringan serta syok septik merupakan komplikasi-komplikasi yang dapat muncul dan dapat menjadi hal yang fatal dari sengatan ikan pari.3

Gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh pasien yang mengalami sengatan ikan pari antara lain:nyeri sedang, tajam dan seperti ditusuk-tusuk, luka yang berdarah, area disekitar luka biasanya bengkak dan kemerahan atau membiru, adanya pembesaran kelenjar limfa, mual, muntah, demam, kram otot, tremor, kelemahan, peningkatan heart rate, penurunan tekanan darah mungkin terjadi, bahkan kematian.1,2

Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien sengatan ikan pari adalah1,2 :
  1.  Melakukan pemeriksaan luka, jangan lupa melakukan pemeriksaan cermat kemungkinan luka lain, apabila terjadi perlukaan pada region thorakoabdominal, segera lakukan rujukan ke fasilitas kesehatan tersier yang memiliki peralatan dan staf medis yang lengkap.
  2. Pastikan kondisi pasien stabil, keluarkan pasien dari air, lakukan pembilasan luka untuk membuang serpihan duri ekor ikan pari, jaringan kelenjar ikan pari, namun jika luka yang dihasilkan hanya berupa laserasi superfisial, bukan luka yang menyebabkan penetrasi ke dada, perut ataupun leher, serta pada duri yang menancap dalam pada ekstremitas.
  3. Jika mengalami perdarahan, lakukan tekanan langsung pada luka, jangan memberikan ikatan atau torniket untuk menghentikan perdarahan.
  4. Bersihkan luka dengan menggunakan larutan irigasi steril  atau dengan air bersih, beberapa rekomendasi lain antara lain dengan merendam luka ke dalam air hangat ( maksimal 43,3 0C, atau pada suhu yang dapat ditolerir oleh kulit dan tidak menyebabkan luka bakar) antara 30-90 menit, hal ini karena racun pada duri ekor ikan pari bersifat heat labile,  sehingga racun dari duri ekor ikan pari dapat mengalami denaturasi dan dapat mengurangi nyeri yang timbul, namun pada percobaan pada kontrol acak tidak terlalu efektif dan beresiko menimbulkan perlukaan tambahan akibat panas yang ditimbulkan.
  5. Gunakan pinset untuk mencabut duri ekor yang masih menancap, basuh luka dengan menggunakan air bersih. Lakukan debridemen luka, untuk membersihkan luka yang ada, untuk menghindari kerusakan jaringan dan infeksi. Debridemen luka menggunakan larutan salin atau air yang bersih serta penanganan jaringan nekrosis segera dan secepat mungkin memberikan hasil penyembuhan yang lebih cepat.
  6. Beberapa rekomendasi lain adalah pemberian anastesi lokal dengan lidokain ataupun bupivakain untuk mengurangi nyeri, lalu selanjutnya memberikan serum anti tetanus untuk pencegahan. Pemberian anti nyeri juga dapat dipertimbangkan.
  7. Penggunaan antibiotik rutin tidak direkomendasikan pada luka akibat sengatan ikan pari, antibiotik dapat dipertimbangkan untuk diberikan pada luka-luka yang berpotensi menjadi infeksi. Antibiotik yang dapat diberikan antara lain kloramfenikol, trimetropim/sulfamethoxazole, golongan quinolon, golongan aminoglikosida ataupun cefalosforin.  Biasanya pemberian antibiotik profilaksis diberikan secara oral dengan jangka waktu minimal 5 hari.




REFERENSI
  1. Emedicine.medscape.com/article/772683-clinical. Stringray envenomation clinical presentation.  John. L Maede. Updated Mar 18, 2014.
  2. James H Diaz. The Evaluation, Management and Preventive of Stingray Injuries in Travelers. Journal of Travel Medicine,  Volume 15, Issue 2, 2008,102-109       

Selasa, 22 September 2015

KEGIATAN PROLANIS PUSKESMAS KARIMUNJAWA

Kegiatan senam prolanis merupakan suatu program wajib yang dilaksanakan oleh Puskesmas Karimunjawa yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi. Kegiatan ini meliputi senam, penyuluhan kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan para lansia di sekitar wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa. PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.


Pada kesempatan kali ini diadakan pelaksanaan senam yang diikuti oleh para pegawai serta staf Puskesmas Karimunjawa serta Lansia di sekitar wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa.

Foto bersama peserta prolanis




kegiatan setelah senam dilanjutkan dengan pemberian penyuluhan tentang hipertensi. sembari menunggu antrian untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, para peserta Prolanis mendengarkan penyuluhan hipertensi yang diberikan oleh dokter kompre FK Undip.

setelah acara penyuluhan, acara selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan lansia, pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan asam urat dan pemeriksaan kolesterol. selain digunakan untuk melakukan pemantauan kesehatan lansia dan penderita penyakit kronis lainnya, kegiatan ini sendiri juga bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan komplikasi penyakit kronik dan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di dalam wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa.

Sabtu, 19 September 2015

PENINJAUAN PEMBANGUNAN PUSKESMAS PEMBANTU KEMUJAN OLEH KEPALA PUSKESMAS KARIMUNJAWA


Rangkaian kegiatan kali ini selain kegiatan penjaringan siswa SD Kemujan dan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Kemujan, juga dilakukan peninjauan proses pembangunan Puskesmas Pembantu Kemujan yang baru oleh Kepala Puskesmas Karimunjawa. Puskesmas Pembantu Kemujan yang sedang dibangun ini nantinya akan menggantikan Puskesmas Pembantu yang lama, ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa serta untuk meningkatkan kenyamanan pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Karimunjawa.

Pembangunan Puskesmas Pembantu Kemujan ini sudah dimulai sejak awal Juli 2015, saat ini pengerjaan sudah mencapai 50% jadi.

Gambar 1. Kepala Puskesmas Karimunjawa, dr. Amirudin KA saat meninjau pembangunan Puskesmas Pembantu Kemujan
Gambar 2


Gambar 3. Kepala Puskesmas Karimunjawa meninjau ke dalam gedung Puskesmas Pembantu



Gambar 4. Proses pembangunan Puskesmas Pembantu Kemujan

PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PEMBANTU KEMUJAN


Pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa tidak hanya dilakukan di Puskesmas Karimunjawa, namun juga dilakukan di Puskesmas Pembantu Kemujan. Pelayanan kesehatan di sini dilakukan oleh tenaga medis baik dokter, perawat maupun bidan. Pelayanan kesehatan dasar dapat dilakukan disini, namun apabila diperlukan rujukan dapat dilakukan rujukan ke Puskesmas Karimunjawa atau bila ada suatu kondisi medis tertentu yang tidak dapat ditangani di Puskesmas Pembantu Kemujan dan Puskesmas Karimunjawa, maka akan dilakukan rujukan vertikal ke pusat kesehatan yang lebih tinggi.

Pelayanan yang diberikan di Puskesmas Pembantu Kemujan ini antara lain, pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan kandungan.


Gambar 1. Pemeriksaan kesehatan pada seorang pasien di Puskesmas Pembantu Kemujan

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Pembantu Kemujan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses ke pusat kesehatan terdekat, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. sehingga diharapkan derajat kesehatan masyarakat di dalam wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa dapat meningkat.

PELAKSANAAN PENJARINGAN SISWA SD DI KEMUJAN BERSAMA KEPALA PUSKESMAS KARIMUNJAWA


Dimulai pukul 07.30, setelah apel pagi, bersama rombongan Puskesmas Karimunjawa dengan menggunakan mobil puskesmas keliling meluncur ke Desa Kemujan, salah satu desa yang masuk dalam cakupan wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa. Agenda kegiatan kali ini adalah kegiatan penjaringan siswa SD yang ada di daerah Kemujan, pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Kemujan serta peninjauan pembangunan Puskesmas Pembantu Kemujan.

Gambar 1. Foto Bersama Kepala Puskesmas Karimunjawa, dr. Amirudin KA


Perjalanan dari Puskesmas Karimunjawa ke Kemujan ditempuh selama kurang lebih 1 jam. Tujuan pertama adalah SD 01 Kemujan, SD terdekat yang berada di jalan utama karimunjawa-Kemujan. Kegiatan penjaringan ditujukan untuk siswa kelas 1, pada kesempatan kali ini akan dilakukan penjaringan di empat SD di Kemujan. Dalam kegiatan penjaringan ini dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi, serta pemeriksaan kesehatan seperti kesehatan mata dan telinga.

Penjaringan kali ini dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas Karimunjawa, dokter kompre Undip, perawat gigi, perawat serta dari bagian Pelaksana Urusan Kesehatan Lingkungan Puskesmas Karimunjawa. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data kesehatan siswa SD di wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa.
Gambar 2. Foto bersama siswa, dokter kompre Undip, Kepala Puskesmas Karimunjawa

Gambar 3. Pemeriksaan kesehatan telinga oleh Kepala Puskesmas Karimunjawa


Gambar 4. Pemeriksaan kesehatan oleh dokter kompre Undip

Gambar 5. Pemeriksaan kesehatan gigi

Gambar 6. Pengukuran tinggi badan dan berat badan siswa


Dari hasil penjaringan siswa SD kali ini didapatkan masalah kesehatan yang paling sering adalah karies gigi dan serumen telinga yang berlebihan. Dari hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi gambaran untuk pelaksanaan program Puskesmas Karimunjawa lain yang berhubungan dengan kesehatan siswa sekolah, seperti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, kegiatan sikat gigi masal serta program kesehatan sekolah lainnya.

Kamis, 10 September 2015

Program P2M


Program P2M (Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular dan tidak Menular) termasuk ke dalam basic 5 program pokok Puskesmas yang merupakan program puskesmas untuk mengendalikan dan mencegah penyakit menular dan tidak menular. Tujuan Program P2M adalah menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular

Prioritas program P2M Puskesmas Karimunjawa meliputi :
1.     penyakit yang menular langsung (TB, Malaria, DBD, Kusta, Pnumonia, Diare, HIV/AIDS)
2.     penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (polio, difteri, campak, pertusis)
3.     penyakit yang tidak menular (hipertensi, jantung, kanker, diabetes mellitus

Sebagai upaya pencegahan penyakit malaria, tim P2M puskesmas Karimunjawa melakukan kegiatan screening malaria di desa Kemujan yang merupakan resiko desa endemis. Karena malaria yang sering terjadi adalah malaria impor atau dari warga yang bekerja di daerah endemis lain. Kegiatan screening ini dilakukan pada pekerja dan keluarga yang bekerja di daerah endemis di luar pulau karimun. Kegiatan ini dilakukan oleh 3 posko, setiap tim terdiri dari 2 orang perawat dan 1 analis. Dengan adanya screening ini diharapkan tidak ada masyarakat yang terkena penyakit malaria agar Puskesmas Karimunjawa bebas dari Malaria. Pemantauan penyakit malaria ini dilakukan setiap tahun setiap kali pekerja mudik ke desa Kemujan.



Selain itu ada pula kegiatan Kunjungan rumah penderita di antaranya penderita TB. Pemegang program TB melakukan kunjungan rumah bersama dengan program Kesling untuk penyelidikan epidemologi. Kunjungan rumah ini dilakuan setiap bulan atau setiap kali ada pasien penderita.



Kamis, 03 September 2015

Kepaniteraan Komprehensif FK UNDIP di PKM Karimunjawa

Fakultas Kedokteran Undip, merupakan satu-satunya Fakultas Kedokteran yang menerapkan Kepaniteraan Komprehensif di akhir pendidikan dokter umum. Setelah dibekali dengan 15 cabang ilmu kedokteran dalam kepaniteraan klinik di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan RS Pendidikan Afiliasi lainnya, 2 dokter muda menjalani kepaniteraan klinik komprehensif sebagai bentuk pengabdian dan melatih soft-skill dalam bekerja langsung sebagai dokter layanan primer di masyarakat.



Kegiatan yang dilaksanakan meliputi diagnostik dan tatalaksana BP Umum, BKIA, Rawat Inap Puskesmas, Unit Gawat Darurat dan Usaha Kesehatan Promotif dan Preventif Puskesmas seperti Penyuluhan dll yang dibimbing langsung oleh dokter Puskesmas Karimunjawa.
Diharapkan kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karimunjawa, yang merupakan salah satu Puskesmas jejaring dalam Kepaniteraan Komprehensif yang diadakan tiap tahunnya.
Setelah mengikuti Kepaniteraan Komprehensif diharapkan dapat menambah ilmu, soft skill, wawasan dan pengalam bagi dokter muda sebagai bekal dalam menjalankan profesi dokter layanan primer di masyarakat.